Sebelum Memakai Pinjaman Online Harus Tau Dulu Resikonya

Meski menawarkan kemudahan pinjam uang yang bisa dicicil tanpa agunan dan syarat, namun memiliki risiko yang tidak bisa diremehkan meminjam uang dari fintech P2P. Saat kita kekurangan uang, kita cenderung mencari Pinjaman Online yang langsung cair tanpa ribet. Anda harus mengetahui beberapa alasan untuk menunda meminjam uang dari fintech selain mengatakan bahwa Anda benar-benar terburu-buru.

Bunga Tinggi

Meminjam uang untuk pinjaman rata-rata tidak memerlukan agunan dan didukung dengan persyaratan yang sederhana. Namun perlu Anda ketahui bahwa bunga pinjaman online sebenarnya lebih tinggi dari bank. Inilah yang tidak disadari oleh peminjam dan lupa membandingkan dengan suku bunga pinjaman di bank. Namun, layanan pinjaman tetap berorientasi bisnis karena memberikan pinjaman tanpa bunga melibatkan risiko yang sangat tinggi. Sebaiknya tinjau tingkat bunga sebelum mengambil pinjaman.

Hati Hati Dengan Pinjaman Ilegal

Perusahaan Fintech yang memberikan layanan Pinjaman Online Cepat Cair tanpa ribet harus mematuhi peraturan OJK dalam POJK no. 77 / POJK.01/2016. Ketentuan ini mengatur tentang bunga dan denda dalam pelaksanaan kegiatan perkreditan. Hanya saja menjamurnya layanan pinjam meminjam uang yang tidak terdaftar di OJK dapat merugikan masyarakat. Metode pinjaman ilegal yang paling umum adalah proses penagihan utang yang sangat kasar tentang pembayaran yang terlambat dan tingkat bunga yang sangat tinggi. Jangan menjadi korban pinjaman ilegal yang memaksa uang untuk dibayarkan.

Risiko Kebocoran Kontak

Akses ke layanan pinjaman dengan pelanggan mereka sepenuhnya tergantung pada kontak ponsel. Ternyata ada kemungkinan kontak dan privasi Anda bisa bocor ke layanan tekfin. Tentu saja, Anda perlu menyadari bahwa peminjam dapat mengakses panggilan dan riwayat telepon. Ini adalah salah satu kasus yang sering terjadi pada peminjam yang kabur, mematikan nomor ponsel, sengaja tidak membayar hutang dan perbuatan buruk lainnya dengan layanan pinjaman. Meski tindakan ini tidak sesuai dengan aturan OJK, ada beberapa layanan fintech (terutama ilegal) yang melakukan pelanggaran ini.

Dapat Mengakses SMS

Saat ingin memasang layanan aplikasi fintech, perusahaan fintech akan meminta banyak akses. Beberapa akses tersebut antara lain lokasi atau folder, nomor ponsel, deteksi SMS (yang akan melihat SMS pengguna dari yang terlama), foto dan KTP. Ini bisa menjadi ancaman serius, apalagi jika Anda terlambat melunasi utang. Peringatan dan tagihan untuk membayar utang dapat dikirim melalui SMS dan nomor darurat yang ditentukan tentu hal ini sangat mengganggu.

Risiko Ponsel Disadap

Kemungkinan ponsel Anda disadap adalah risiko lain yang perlu Anda pertimbangkan, terutama jika Anda tidak mampu mengembalikan dana pinjaman. Dengan menekan ponsel mereka, mereka dapat melihat aktivitas seluler dan yang lebih menjengkelkan adalah mereka dapat menghubungi orang-orang terdekat Anda tanpa sepengetahuan Anda. Selain itu, ada juga kemungkinan data pribadi di ponsel seperti foto dan video juga akan bocor ke perusahaan fintech.

Denda Harian Sangat Besar

Suku bunga yang sangat tinggi dan denda harian yang besar adalah dua masalah paling umum bagi pengguna layanan tekfin. Apalagi jika Anda terlambat melunasi utang atau tidak bisa melunasi pinjaman. Bayangkan jika denda harian mencapai Rp 50.000 per hari dan tingkat bunga lebih dari 62% dari jumlah pinjaman. Jenis risiko ini sering terjadi pada layanan fintech ilegal yang belum mendapat izin dari OJK.

Kehilangan Privasi

Anda harus tahu bahwa begitu nomor kontak Anda dimasukkan ke dalam aplikasi fintech, privasi pribadi dapat bocor ke perusahaan fintech. Karena mereka memiliki teknologi untuk membobol kontak Anda dan orang yang Anda cintai, media yang Anda akses, video dan data pribadi lainnya, foto dan tempat. Meski tergolong pelanggaran, masih banyak fintech yang melakukan praktik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.